Hariku dan Mesin Gergaji Kayu

Kala udara pagi masih sejuk
Kala mentari masih hangat
Kala halaman rumahku masih bersih
Masih tampak goretan sapu lidi

Sang mesin gergaji kayu mulai menepi
Merongrong dan semakin merongrong
Asap keabuannya pun keluar menari-nari
Tanda sang mesin gergaji kayu siap beraksi

Kayu demi kayu ia tebas
Serbuknya berterbangan
Lebih banyak yang jadi gunung-gunungan
Ah, halamanku penuh gunungan serbuk

Selama ia beraksi
Dari pagi hingga sore hari
Rongrongan sang mesin, bising…
Gunungan serbuk?
Esok sapu lidiku lah harus beraksi
Menyambut sejuk hangat pagi kembali.

Hari Minggu ku,

 24-11-2013